Mengenal Minyak Wijen yang Berkhasiat Tinggi dan Melezatkan Masakan


June 8, 2020

Salah satu rahasia kenikmatan dan kelezatan dari masakan Asia Tropis, adalah penambahan minyak wijen bermutu tinggi pada hidangannya. Sering digunakan sebagai campuran untuk tumisan daging, menggoreng tempura, atau juga campuran siomay, minyak tidak bisa absen sebagai penyempurna masakan dengan sensasi gurih sekaligus tinggi nutrisi. Di pasaran sendiri juga terdapat beberapa merek minyak wijen yang cukup populer, sebagaimana yang telah kami rangkum di sini.

Apa itu minyak wijen?

Sebelum masuk lebih jauh, kita perlu mengetahui apa sebenarnya minyak wijen itu. Nah, sesuai dengan namanya, minyak yang satu ini dibuat dengan cara meremas biji wijen dengan tekanan tinggi agar sari-sari minyaknya keluar. Karena kandungan nutrisi yang cukup tinggi, selain sebagai bahan makanan, minyak wijen sendiri juga bisa ditemukan pada beberapa produk kesehatan maupun kecantikan.

Apa khasiat minyak wijen?

Dengan kadar kolesterol yang cukup rendah, minyak wijen jauh lebih aman digunakan dalam urusan dapur ketimbang minyak-minyak yang lain. Penggunaannya secara profesional mampu menjaga kadar kolesterol dalam darah, sehingga membantu pencegahan obesitas dan penyakit berbahaya lain akibat penyempitan pembuluh darah.

Selain itu, minyak biji wijen juga kaya akan asam linoleate, asam linolenat, serta vitamin E yang berfungsi secara efektif menjaga kecerahan dan kesehatan kulit. Dengan tambahan sesamin dan selenium, minyak biji wijen juga dapat membantu mencegah kanker. Tidak hanya memiliki jumlah nutrisi yang tinggi, nyatanya minyak biji wijen juga ampuh mengatasi mabuk dan penghilang stres. Oleh sebab itu, depot-depot di Korea dan Jepang selalu menyediakan makanan dengan tinggi minyak wijen guna mengimbangi beban kerjaan masyarakat lokal.

Tipe-tipe minyak wijen

Tidak banyak diketahui, ternyata minyak wijen dapat diklasifikasikan berdasarkan proses manufakturnya. Adapun jenis-jenisnya, antara lain:

  • Minyak wijen panggang suhu tinggi (deep roast)

Minyak wijen yang didapatkan dari proses pemanggangan biji wijen dengan suhu tinggi, menghasilkan minyak wijen dengan warna yang cukup gelap. Menggunakan metode pemanggangan deep roast, semakin pekat warna dan semakin kental minyak, mampu menghasilkan aroma yang semakin kuat pula. Karena aroma dan rasa yang kuat, selain digunakan sebagai bumbu tambahan, minyak wijen jenis ini bisa langsung dituangkan ke dalam menu makanan sebagai saus tambahan. Minyak wijen jenis ini sangat sering ditemui di kawasan Asia Timur.

  • Minyak wijen panggang suhu rendah
Baca Juga :  3 Resep Masakan khas Sunda, Ngeunah pisan euy!

Meskipun sama-sama diperoleh dari proses pemanggangan, minyak wijen yang didapatkan dari pemanggangan bersuhu rendah memiliki warna yang lebih cerah dan tingkat kepekatan yang rendah. Dengan proses tersebut, aroma khas biji wijen yang menyerupai kacang-kacangan juga tetap tertahan dalam minyaknya. Karena rasanya yang ringan, minyak wijen jenis ini sering dijumpai untuk menu western, sebagai bumbu tambahan atau sekedar dressing makanan.

  • Minyak wijen tanpa pemanggangan

Berbeda dengan proses sebelumnya, minyak wijen jenis ini didapatkan dengan ekstrak biji wijen yang di-press atau ditekan dengan tekanan tinggi hingga kandungan minyaknya keluar. Oleh sebab itu, minyak yang dihasilkan jauh lebih jernih dengan aroma yang hampir tidak tercium. Meskipun demikian, cita rasanya tetap kuat sehingga cocok digunakan untuk proses memasak layaknya minyak sayur kebanyakan. Karena aromanya yang cenderung tidak berbau, minyak wijen tanpa pemanggangan juga sering digunakan untuk pijat atau bahkan berkumur.

Itulah khasiat dan jenis-jenis minyak wijen yang biasa ditemukan di pasaran. Dengan berbagai manfaat yang ditawarkannya, para produsen pun berlomba untuk memasarkan produk minyak wijen terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Related