Perkembangan Seragam Klub dalam Permainan Sepak Bola


March 26, 2020

Sepak bola sejatinya memang bukanlah sekadar permainan belaka. Permainan sepak bola selalu menghadirkan sisi lain dari luar lapangan yang menarik untuk diketahui. Mulai dari budaya, ideologi, sampai urusan politik seringkali tidak dapat lepas begitu saja dari sepak bola.

Sejak pertama kali ditemukan di Inggris pada sekitar abad 16, sepak bola juga telah mengalami berbagai macam perkembangan baik dari dalam maupun luar. Perkembangan tersebut meliputi aturan, strategi, posisi, hingga peran sepak bola itu sendiri bagi kehidupan dan perkembangan dunia pada umumnya.

Permainan sepak bola

Baca juga: Sejarah sepak bola dunia dan Indonesia, serta Manfaatnya.

Salah satu hal yang juga begitu melekat pada sepak bola, khususnya di era sekarang ini adalah kaitannya dengan fashion atau mode pakaian. Contoh yang paling mudahnya adalah kostum kesebelasan. Perkembangan pada dunia fashion tidak jarang bersinggungan dengan sepak bola. Begitu juga sebaliknya, dunia sepak bola seringkali terinspirasi dari perkembangan fashion.

Awal digunakan

Kostum atau seragam pertama kali digunakan pada tahun 1891. Pada saat itu FA (asosiasi sepak bola Inggris), mewajibkan setiap kesebelasan untuk memakai seragam. Kemudian, klub-klub tersebut harus mendaftarkan warna kaus kesebelasannya kepada FA.

Penggunaan kostum tersebut bertujuan untuk membedakan antara dua kesebelasan yang sedang bertanding. Pada awalnya, kostum terbuat dari bahan wol. Kemudian pada abad 19 bahan yang digunakan adalah katun. Pada era tersebut nomor punggung pertama kali digunakan pada kostum.

Pemasangan sponsor

Agak sulit untuk mengetahui dengan pasti klub mana yang pertama kali mencantumkan logo sponsor di kostumnya. Akan tetapi, klub yang menjadi tonggak penggunaan sponsor pada kostum adalah Eintracht Braunschweig. Pada 1973, kesebelasan asal Jerman tersebut memasang logo merk sebuah produk bir dengan nilai kontrak sebesar 800 Marks (mata uang Jerman waktu itu). Beberapa tahun kemudian, klub-klub lain baik dari dalam maupun luar Jerman mulai menambahkan logo sponsor pada kostum mereka. Di Inggris, klub sepak bola pertama yang memasang logo sponsor pada kostumnya adalah Liverpool.

Menjadi komoditas

Masuknya berbagai macam perusahaan untuk menjadi sponsor suatu klub atau even, menjadi salah satu indikasi bahwa sepak bola mampu menarik perhatian banyak orang. Sejak saat itu, permainan sepak bola sudah bukan sekadar olah raga lagi, akan tetapi telah masuk dalam dunia industri.

Dukungan fanatik dari para fans tiap kesebelasan menjadi keuntungan tersindiri bagi pihak klub. Hal itu dilakukan dengan cara menjual merchandise resmi seperti syal, topi, dan tentu saja jersey atau kostum klub. Para fans suatu kesebelasan akan menggunakan kostum dan berbagai aksesori lainnya untuk datang ke stadion menonton pertandingan. Dengan membeli kostum pada toko resmi klub, para fans juga turut membantu keungan tim yang didukungnya.

Sejarah sepak bola

Fashion item

Di era modern seperti sekarang ini, jersey sepak bola tidak hanya berfungsi sebagai seragam yang membedakan antara dua buah kesebelasan yang sedang bertanding, melainkan sudah menjadi fashion item. Kita tidak hanya menjumpai kostum atau atribut sepak bola lainnya di dalam satdion saja. Sudah banyak orang-orang yang menggunakan jersey sepak bola dalam kegiatan lain seperti untuk sekadar nongkrong bersama teman-teman, pergi berbelanja, bahkan berkuliah.

Industri serta animo besar masyarakat tersebut secara tidak langsung telah mentrasformasi  kesebelasan sepak bola menjadi sebuah brand. Contoh mudahnya adalah kesebelasan asal Perancis, Paris Saint Germain yang menggandeng brand fashion kenamaan Louis Vuitton dan juga AirJordan.

 

Related